Be Nice to Each Other, Is It Too Much To Ask?

Halo, sudah lama rasanya tidak berjumpa dari post terakhir gue. Maklum, lagi banyak yang terjadi di life gue belakangan ini *biar keren aja padahal engga.. Lebih tepatnya mood buat nulisnya sih yang naik turun.. =)

Anyway, gue mau curhat. Setiap pagi dalam perjalanan ke kantor gue itu selalu menyempatkan diri buat berdoa agar diberikan hari yang baik *soleh ya pake doa segala, tapi yang terjadi hari ini malah sebaliknya, bad day! Gue kesel sekesel-keselnya karena ada masalah. Sampe gue butuh time out dan mencari minuman manis untuk meredakan kekesalan *ga nyambung yakk. Dan Caramel Frapucino dari Starbucks lah penolong hari gue hari ini. Feel hari ini jadi gloomy, sama kaya cuaca malam ini gloomy ditemani hujan dan ga ada kamu…

Udah gitu aja post nya. Makasih ya udah baca.. =)

 

 

 

*digampar dahhh wkwkwk

Belomm selesaii ! Masih panjang ini !

Back ! Singkat cerita gue tadi abis dari salah satu mall di kawasan Jakarta Pusat. Karena hari ini ga bawa kendaraan, jadilah gue memesan Uber. Setelah berada di dalam Uber, si driver ga lama langsung minta maaf ke gue. Gue pikir kenapa yakk, ko masuk-masuk udah minta maaf. Eh ternyata, si driver minta maaf karena lama datengnya karena baru aja mengalami masalah sama penumpang sebelumnya. Penumpangnya kabur dan kaga bayar !! Gilee, kaya kawin lari aja ngabur.

Si driver yang bernama Mas Ari bercerita lah tentang si penumpang buron. Dari awal penumpang ini udah ga bertutur kata sopan, dan ga berhati mulia *ko jadi kaya Mario Teguh.. Doi ngedumel terus sepanjang perjalanan, sampai suatu waktu si penumpang minta tolong untuk berhenti di Thamrin City buat ambil ATM. Diiyakanlah permintaan sang penumpang, dan Mas Ari menunggu di lobi. Ternyata setelah setengah jam berlalu, si penumpang itu tak kunjung tiba. Sampai akhirnya ada order yang masuk dan dengan berat hati Mas Ari melepaskan penumpang buron tersebut demi mengejar orderan baru.

Lalu dia curhat ke gue “kenapa ya mas bisa sampai ada orang kaya gitu? Padahal saya kerja setengah mati cari nafkah, pergi dari jam 3 pagi, pulang jam 11 malam”. Dan seketika itu, gue berpikir kalau masalah dan kekesalan gue hari ini tuh ga ada apa-apanya dibandingkan dengan yang dialami si Mas Ari.

Mendengar cerita itu, gue hanya bisa memberikan empati dan sedikit advice. Dan katanya, si Mas Ari merasa lebih tenang setelah ngobrol sama gue. Good dah. Menurut gue, kalau ada masalah better kita share ke orang lain yang bisa kita percaya. Memang ga bisa menyelesaikan masalah seketika itu juga, tapi setidaknya beban nya jadi lebih keangkat *kaya beban gue tadi hahaha. Masalah jangan dipendem sendiri guys, nanti jadi botak loh.. =p

Tapi gue suka bingung, kenapa orang kadangkala suka menjadi sumber kekesalan buat orang lain? Kenapa sih ga be nice to each other? Pleaseee, dunia ini tuh udah dipenuhi dengan banyak kebencian, iri, dengki dan lain sebagainya. This world will be a better place if we can be a source of happiness for each others. Post ini juga menjadi self reminder buat gue yang kadang kala masih suka berbuat seperti itu, dan gue masih try to be a better person setiap harinya dan bisa menjadi sumber kebahagiaan buat orang lain. Semoga kita semua bisa act nice to each other ya !

Sekian dulu postnya. Saya mau me time dulu.. See yaaaa !

Advertisements

One thought on “Be Nice to Each Other, Is It Too Much To Ask?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s