The Lost World of Komodo Islands (part one)

The Lost World…

Mungkin kata ini adalah kata yang tepat untuk menggambarkan Kepulauan Komodo. Kenapa? Karena ketika menginjakkan kaki disini, kalian akan serasa dibawa masuk ke dunia puluhan juta tahun lalu dimana para dinosaurus masih berkuasa di bumi *lebay gaa..

Anyway, disini gue pertama kali merasakan namanya tinggal di kapal atau bahasa kerennya Live On Board. Makan, tidur, main air, makan lagi, tidur lagi, main air lagi, REPEAT adalah kegiatan yang gue lakuin setiap harinya.

Live on board di Komodo Islands sebenernya udah jadi mimpi dan bucketlist gue dari 2 tahun lalu. Gue pengen nyobain gimana sih rasanya tinggal di kapal, di tengah lautan, dan yang pastinya sambil menikmati alam Kepulauan Komodo yang katanya amazing. Dan akhirnya mimpi itu tercapai. Sebenernya ini merupakan sambungan cerita dari Enjoy Sendiri and Enjoy Gili . Setelah solo traveling di Gili Trawangan, gue lanjut ke Kepulauan Komodo bersama teman-teman gue.

Ceritanya bermula dari penantian gue di bandara Ngurah Rai Bali menunggu teman-teman yang tak kunjung tiba sampai jam 3 pagi. Usut punya usut ternyata mereka kena delay. Dalam hati gue : “buset uda pagi gini masih ada delay juga”. Sampai akhirnya gue memutuskan untuk cuci muka, gosok gigi di wc bandara, dan menunggu di Starbucks yang pada saat itu sudah tutup dan gelap.

Akhirnya kami bertemu, lalu menunggu pesawat Wings Air yang akan berangkat ke Labuan Bajo di pagi hari. Setibanya kami di Labuan Bajo Flores, kami disambut oleh team Flores Komodo Tour dan langsung diberikan kain tenun khas Flores. Bagus-bagus loh motifnya, jadi ngerasa tersanjung dikalungin kain tenunnya *gampang disanjung gue anaknya…

dsc03044

Ohh ia, kita punya nama grup loh untuk trip ini. Namanya : BOCAH MOMODO !! Muahahaha… Anyway, setelah dari bandara kami digiring ke pelabuhan untuk dibawa naik ke kapal. Pemandangannya tuh bagus loh, padahal belom sampe pelabuhan.

DSC03054.JPG

Akhinya kami tiba di kapal yang akan menjadi Rumah kami untuk beberapa hari mendatang. Lalu langsung mengexplore bagian-bagian kapal. Jadi kapalnya terdiri dari ruang tengah (tempat makan, ngumpul), 2 kamar tidur kabin (masing-masing kamar muat 4 orang), kamar mandi, dapur, dan ada dek nya bagi yang mau berjemur. Oh ia, kapal nya dilengkapi sama 1 kayak dan 1 kano loh.. Seruuu kann.. Dan ga lupa ditemani dengan kru kapal dan chef yang handal. =)

DSC03383.JPG

Lalu berangkatlah kami ke destinasi pertama : Pulau Kanawa.

DSC03068.JPG

Duh ini pulau cantiknya bukan main loh, begitu sampai aja pasir putihnya bertebaran di sepanjang pantai. Pepohonan yang jarang, terik matahari yang menerjang ga menghalangi kami buat explore dan main-main di pulau ini.

DSC03077.JPGDSC03083.JPGdsc03135dsc03140

Setelah puas main di pantai, kami segera naik ke bukit yang ada di tengah pulau. Wah pemandangannya lagi-lagi bikin kagum.

dsc03150

dsc03148

Nah, gue mau kasi tips disini. Jangan lupa pake sendal ! Jangan kaya gue dan temen gue, yang dengan bodohnya ga pake sendal. Sempet diteriakin (dikasihani lebih tepatnya) sama kakek yang lewat : “Pake sendal dekk panas lohhh!” dan kami menjawab dengan pilu sambil menahan panas “Ia kek, makasih, tapi sendalnya ketinggalan!” Alhasil, kaki kami merah-merah dan perih karena udara yang terik membuat pasir dan tanah menjadi panas, apalagi pas mau mendaki bukit dan pas turun, sampai pake pantat, sengsara cyiinnnn… T_T

DSC03175.JPG

Setelah puas bermain di Pulau Kanawa, baliklah kami ke kapal ditemani dengan pemandangan laut yang aduhai.

DSC03197.JPG

Lalu menujulah kami ke Pulau Gili Lawa. Nah disini ada yang namanya Gili Lawa Darat dan Gili Lawa Laut. Kami ke pulau Gili Lawa Darat dulu untuk explore. Tekstur daratannya unik banget, berasa masuk di jaman purba kala.. Disini kami treking sampai atas bukit sambil menikmati sunset. Trekingnya ga susah kok, jangan lupa pakai sendal gunung atau sepatu ya biar enak trekingnya. Dan kami bermalam disana, maksudnya kapalnya berlabuh di deket pulau =).

dsc03208dsc03212

dsc03274dsc03276dsc03278

Keesokan hari nya kami treking di Gili Lawa Laut. Gue sempet sedih sih kesini.. Karena gue nemuin banyak sampah di tepi pantai. Gue mau ingetin please yang akan kesana jaga kebersihan alam donk. Jangan buang sampah sembarangan, alam yang cantik ini bakal rusak dan ga menarik lagi buat pariwisata. But anyway, terlepas dari sampah-sampah tadi, pulau ini juga cakep kok.

dsc03312dsc03331dsc03332dsc03378dsc03346

Setelah puas treking di Gili Lawa Laut, kami dibawa ke Pink Beach yang legendaris itu. Yeayy… Sebelum kesana, kami nyobain dulu yang namanya loncat dari kapal. Aihh, gue deg-degan banget pas itu, soalnya ga bisa berenang kan. Tar kalo ga ngambang lagi gimana? kasian emak bapak gue, kerabat-kerabat dan juga si Mawar yang menunggu kepulangan abang kan… T_T   Tapi gue memberanikan diri dan berpikiran : “kapan lagi bisa loncat dari kapal begini?” dan akhirnya gue loncat!! Ga sekali, 2 kali malahh.. I feel proud to my self!! =P

DSC03495.JPG

dsc03512dsc03524dsc03526dsc03533

Btw kalian pada tau kenapa disebut Pink Beach? Karena pantainya itu berwarna merah muda… *itu juga gue tau kali! Jadi warna merah muda itu konon berasal dari pecahan karang yang berwarna merah muda, dan elu bisa nemuin itu di sepanjang pantainya. Cakep dehh pokoknya, kaya kamuuu…

Nah masih ada lanjutannya, tapi sekian dulu ya.. Udah malam, debocah mau beberes duyuuu… =p

Bersambung ke part 2 yaa !!

Advertisements

2 thoughts on “The Lost World of Komodo Islands (part one)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s